User description

Bayangkan jika sampai saat ini kalian masih belum medapati plastik? Tentu kalian sampai saat ini masih menggunakan bahan lain sebagai wadah seperti cangkang hewan. Hasil plastik betul-betul memberikan kemudahan bagi member semua. Sifatnya yang elastis, mudah dibentuk, murah dan ringan, membuat plastik sebagai bahan yang kerap digunakan. Bukan cuma untuk sebagai wadah berbentuk kresek. Plastik juga bisa dibentuk menjadi alat-alat yang lainnya, seperti pesawat perabotan rumah, segi alat elektronik, terlintas bagian pada kendaraan macam mobil terlintas pesawat. http://www.amityindia.com/ pun memiliki beberapa jenisnya, salah satunya adalah plastik Phenolic Molding/moulding compound yang terkenal kuat dan tahan bergolak.Plastik yang sering dikenal bakelit ini ditemukan oleh Leo Hendrik Baekeland. Ia adalah seorang penemu berdarah Belgia namun memiliki kebangsaan Amerika Serikat. Ia bereksperimen dengan mencampurkan 2 monomer yang tidak sama yaitu phenol & juga formaldehyde. Phenol sendiri merupakan rakitan sampingan dari penyulingan batu bara. Selain tersebut phenol juga bisa didapatkan secara sintetis dari benzena. Atas dua metode tersebut, phenol mudah diperoleh dalam jumlah yang banyak. Untuk formaldehyde, biasanya ditemukan dalam bentuk gas dan diproduksi dari oksidasi methyl. Dalam pabrikasi bakelit, formaldehyde diubah dalam bentuk cair yang biasa disebut formalin.Selanjutnya dua monomer di bagi akan digabungkan secara reaksi polimerisasi kondensasi. Proses ini merupakan proses pembentukan polimer dari berbagai monomer yang memiliki set fungsional. Biasanya, molekul yang dilepaskan serupa efek samping reaksi tersebut adalah air dan juga metanol. Sebetulnya, dari hasil proses di kepada didapatkan dua spesies resin. Resin yang pertama adalah resol, yaitu resin yang didapatkan dari reaksi satu tahap. Yang kedua adalah jenis resin yang didapatkan dari proses 2 tahap yang dikenal novolac. Kedua macam resin tersebut dan kemudian sama-sama ditambahkan bahan pengisi seperti genting, katun, ataupun bubur kertas. Fungsinya merupakan untuk memberikan konsistensi pada plastik & mencegah agar plastik tidak mudah mengerut. Dari hasil prosedur tersebut dihasilkanlah polimer Phenolic Molding/moulding compound yang kemudian dinamai oleh penemunya ialah bakelit.Setelah Leo Hendrik Baekeland medapati bakelit tersebut, ia lalu mematenkan dampak temuannya tersebut. Awalnya penggunaan bakelit hanya pada bola biliar atau kotak radio. Tapi setelah itu, bakelit semakin biasa oleh kalangan umum dan penggunaannya semakin beragam. Anda mampu menemukan bakelit dalam beragam alat elektronik seperti stopkontak, saklar, terminal. Bakelit pun ada di kaum barang seperti hulu panci hingga bedil, bagian-bagian kendaraan, hingga perhiasan. Sifatnya yang tahan panas, tidak mengalirkan listrik, kuat, stabil tapi uniform ringan membuat bakelit bisa digunakan pada berbagai alat dalam sekitar kita.Itulah tadi serba-serbi tersekat Phenolic Molding/moulding compound atau biasa disebut bakelit. Banyak sekali hal yang menarik pada belakang material kuat tersebut. Tentunya daripada artikel ini, Dikau jadi semakin tau bagaimana sejarah serta proses pembuatan bakelit ya.
-